Berapa Lama Waktu Bermain yang Ideal untuk Anak?

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Karena mereka menginginkannya dan menikmatinya. Anak-anak tentu saja boleh bermain apa saja mulai dari bermain mobil-mobilan, main petak umpet, main kejar-kejaran, memanjat pohon, menangkap ikan, bermain musik dengan peralatan dapur, dan lain-lain. Anak-anak punya imajinasi dan rasa ingin tahu yang sangat tinggi, bahkan mereka tidak merasa malu atau takut untuk melakukan sesuatu walaupun hal tersebut mungkin dapat membahayakan dirinya atau menyebabkan orang lain terganggu.

 

Menurut seorang filsuf Jerman bernama Karl Groos melalui bukunya yang berjudul The Play of Man, (1901), ia mengatakan bahwa, “anak tidak hanya butuh bermain untuk mempelajari life skills melainkan juga keterampilan yang spesifik di lingkungan tempat tinggal.”

 

Jadi tidak mengherankan apabila anak-anak melihat sofa atau kasur layaknya sebuah trampoline. Atau, jangan heran apabila melihat anak-anak melihat genangan air layaknya tempat bermain yang paling mengasikkan. Bahkan, anak-anak tidak akan ragu-ragu bermain dengan benda-benda berbahaya di lingkungannya demi bisa memuaskan hasrat mereka akan permainan.

 

Anak-anak bisa bermain sepanjang hari hingga tenaga mereka terkuras. Bahkan ketika mereka sudah kecapekan, biasanya mereka tetap memiliki semangat untuk bangkit dan bermain lagi.

 

Sebagai orang tua, kita sering dibuat khawatir melihat berbagai jenis permainan yang dimainkan oleh anak-anak termasuk juga waktu dan intensitasnya. Lalu, adakah rekomendasi batasan waktu bermain yang ideal untuk anak-anak?

 

Waktu bermain yang ideal untuk anak

Setiap anak-anak memang dianjurkan untuk melakukan berbagai kegiatan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Mereka memerlukan aktivitas fisik untuk membangun kekuatan, koordinasi, dan rasa percaya diri, serta untuk mempelajari dasar-dasar gaya hidup sehat.

 

Para ahli sepakat bahwa anak-anak lebih dianjurkan bermain-main di luar rumah agar mereka bisa mengobservasi, mengeksplorasi, dan bermain sebagai media untuk belajar. Itulah yang dikatakan oleh Peter Gray seorang psikolog dan peneliti dari Boston College.

 

Jumlah waktu bermain yang ideal untuk bayi

Untuk bayi, mereka bisa bermain dan melakukan berbagai kegiatan tanpa batasan waktu. Orang tua dianjurkan untuk berperan aktif dalam mengajak anak bayinya bermain. Jenis permainan yang paling dianjurkan untuk bayi adalah permainan stimulasi yang bisa membantu melatih semua indra yang mereka miliki.

 

Jumlah waktu bermain yang ideal untuk balita

Menurut National Association for Sport and Physical Education (NASPE ), balita sebaiknya bermain dan melakukan kegiatan fisik setidaknya selama satu setengah jam. Dengan pembagian, 30 menit untuk melakukan permainan-permainan terstruktur seperti bermain mobil-mobilan, melempar bola, menyusun balok, dan sejenisnya. Sisanya 60 menit untuk aktivitas fisik tidak terstruktur. Artinya, mereka bebas bermain dan melakukan apa saja.

 

Jumlah waktu bermain ideal anak usia prasekolah yang direkomendasikan

Anak-anak dengan usia prasekolah dianjurkan bermain minimal selama 2 jam perhari. 1 jam bisa digunakan untuk aktivitas fisik yang terencana atau terstruktur seperti main petak umpet, bermain bola, atau yang sejenisnya. Sedangkan sisanya bisa digunakan untuk bermain apa saja (permainan tidak terstruktur).

Jumlah waktu bermain yang ideal untuk anak-anak usia sekolah

Anak-anak usia sekolah harus memiliki banyak kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan yang bersifat:

l  Olahraga

l  Game (permainan) yang cocok dengan kepribadian mereka, serta

l  Permainan atau kegiatan yang sesuai dengan kemampuan, usia, dan minat.

Pedoman aktivitas fisik untuk anak-anak usia sekolah yang direkomendasikan adalah:

l  Satu jam atau lebih aktivitas fisik moderat (aerobik), yang meliputi kegiatan berjalan-jalan cepat, kegiatan intensitas tinggi seperti berlari, naik sepeda, berenang, dan sejenisnya.

l  Anak-anak juga bisa melakukan kegiatan yang membantu menguatkan otot maksimal 60 menit perhari seperti push up, senam, sit-up, dll.

l  Anak-anak juga perlu melakukan permainan terstruktur setidaknya 60 menit yang bermanfaat untuk menguatkan tulang seperti bermain badminton, basket, bermain bola, dan lain-lain.

 

Tips bermain untuk anak

l  Menurut Roslina Verauli, M.Psi, usia 2-6 tahun merupakan puncak kegiatan bermain anak (the play years) yang harus diisi setidaknya dengan kegiatan bermain selama kurang lebih 5 jam per hari.

l  Anak-anak boleh bermain sendiri di luar rumah sejak berusia 4 tahun. Karena ini merupakan usia dimana anak sudah bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bisa menghargai orang lain, menghindari bahaya, dan memahami berbagai cara melindungi diri.

l  Untuk orang tua:

  1. Menurut studi yang diterbitkan di British Medical Journal, keterlibatan ayah dalam berbagai kegiatan anak lebih utama dibandingkan dengan jumlah waktu yang dihabiskan oleh ayah untuk bermain bersama anak.
  2. Orang tua harus mendorong anak untuk lebih banyak bermain di luar ruangan, karena dapat mempromosikan kesehatan mata, meningkatkan imunitas, kesehatan secara kesluruhan, serta bisa meningkatkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh anak untuk beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Orang tua wajib mengawasi anak balita saat bermain.
  4. Berbagai jenis mainan hanya boleh diberikan kepada anak berdasarkan label usia untuk menghindari agar mainan yang berukuran terlalu kecil tidak tertelan dan membuat anak tersedak.
  5. Orang tua harus membuat waktu yang terstruktur kapan anak-anak sebaiknya bermain, beristirahat, dan tidur.
  6. Biarkan anak-anak mengambil kendali permainan dan orang tua hanya mengikuti serta mengawasi, bukan sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *