Cara Mengajarkan Anak Merapikan Mainan Setelah Digunakan

Serajin apapun kita membersihkan rumah, ketika punya anak kecil yang juga “rajin” menghamburkan mainan mereka di sembarang tempat dan tidak membereskannya setelah digunakan, pasti akan membuat rumah selalu terlihat berantakan. Bahkan setelah diminta berkali-kali untuk membereskan mainnya, mereka tetap saja enggan menuruti permintaan Anda. Menyebalkan? Memang, tapi Anda tetap harus bijak. Karena masa kanak-kanan adalah masa dimana anak belajar dan berlatih. Jika salah mendidik dan memberi contoh, bisa jadi anak akan tumbuh seperti contoh yang didapatkannya dari orangtua mereka. Jika Anda ingin anak-anak disiplin dan rajin membereskan mainan mereka setelah menggunakannya, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba terapkan.

 

Buatlah peraturan yang tegas dan sangsinya

Seiring dengan bertambahnya usia, anak-anak akan memahami setiap intruksi yang Anda berikan. Begitu juga dengan peraturan yang ada di rumah. Jika Anda ingin anak-anak rajin merapikan mainan mereka setelah menggunakannya, beritahukan mereka bahwa ada peraturan di rumah yang mengharuskan mereka untuk membereskan setiap barang atau benda-benda (maianan) milik mereka setelah digunakan. Jika tidak, mereka akan mendapatkan sanksi. Bentuk sanksi yang diberikan bukan sanksi yang dapat menyakiti perasaan mereka, melainkan sebuah sanksi yang bisa menggugah kesadaran mereka.

 

Salah satu bentuk sanksi tersebut adalah dengan menyimpan mainan anak di tempat yang tidak terjangkau atau dengan tidak tidak boleh menggunakan gadget selama beberapa hari. Jadi, apabila mereka ingin terus mendapatkan mainan mereka setiap hari, mereka wajib merapikannya setelah menggunakannya. Namun apabila tidak, mainan tersebut akan disimpan dalam beberapa hari atau minggu, hingga mereka berjanji untuk tidak mengulangi dalam mengabaikan peraturan yang Anda berikan. Kuncinya, konsisten dan tegas dalam menerapkan peraturan akan membuat anak lebih disiplin.

 

Penting untuk diketahui, sebelum Anda menerapkan peraturan, Anda perlu mengungkapkan alasan yang logis kepada anak sehingga mereka bisa menerimanya. Ada banyak alasan yang bisa Anda ungkapkan kepada mereka mengapa Anda memperlakukan peraturan tersebut. Diantaranya adalah:

l  Anda terlalu lelah dengan pekerjaan rumah tangga yang menumpuk sehingga meminta anak untuk mengurangi beban

l  Mainan yang dibereskan tersebut akan mengurangi resiko kecelakaan karena terpeleset atau tersandung akibat mainan yang berserakan di lantai, atau

l  Anda ingin anak-anak membereskan mainan mereka agar tidak tercampur atau tertukar dengan mainan saudaranya, dan lain-lain.

 

Lakukan kegiatan bersih-bersih yang menyenangkan

Kegiatan yang membosankan sekalipun, apabila dilakukan dengan cara yang menyenangkan, pasti akan membuat anak-anak lebih bersemangat. Termasuk kegiatan membereskan mainan. Satu contoh, Anda bisa mengajak anak-anak berlomba untuk membereskan mainan mereka dalam waktu sekian menit, atau meminta anak berlomba dengan saudaranya yang lain dalam membereskan mainan dalam waktu tertentu. Karena sejatinya anak-anak sangat suka berkompetisi dan ingin menunjukkan bahwa mereka lebih unggul dibandingkan orang lain/saudaranya.

 

Tunjukkan aura positif atau tampang ceria ketika beres-beres

Jika anak-anak terlalu sering mendengarkan orangtuanya mengeluh dan ngomel-ngomel pada saat mencuci piring, menyapu lantai, atau melakukan berbagai kegiatan di rumah, secara alami, hal tersebut akan memberikan pengaruh negatif dan kesuraman pada seisi rumah. Sebaliknya, jika kegiatan beres-beres dilakukan dengan cara yang menyenangkan, wajah yang bahagia, atau bahkan mungkin diiringi dengan musik, maka kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan yang selalu dinanti oleh anak.

 

Berikan contoh

Dalam tahap awal, Anda bisa memberikan contoh kepada anak bagaimana cara membereskan mainan. Atau jika dalam fase awal mereka terlalu malas melakukannya sendiri, jangan ragu-ragu untuk mengulurkan tangan membantu mereka membereskan mainan, sambil memberitahu mereka di mana sebenarnya mainan tersebut seharusnya berada. Bukan hanya dalam hitungan hari namun bisa dalam hitungan bulan dan tahun. Anda harus sabar dan telaten dalam mendidik.

 

Selain itu, orangtua juga perlu memberikan contoh yang baik kepada anak dalam membereskan rumah. Karena apabila orangtua terlihat suka berantakan, suka meletakkan segala sesuatu sembarangan, atau tidak segera membereskan kekacauan yang ada di ruang tamu misalnya, maka anak-anak pun akan meniru kebiasaan tersebut.

 

Belikan mereka tempat mainan

Apabila anak punya tempat khusus mainan-mainan yang keren dan menarik, mereka akan terpancing untuk membereskan mainan-mainan mereka setelah menggunakannya. Membelikan mereka tempat mainan khusus seperti Play & Pack merupakan cara jitu melatih anak agar lebih disiplin dan lebih senang merapikan mainan setelah digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *